Skip to content

Ini Kesalahan Rutin saat Menyikat Gigi yang Jarang Disadari, Cek Faktanya

drg. Hakeke Madeva, Dentist dari Smart Dental sedang memeriksa kondisi gigi pasien. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com – Banyak orang merasa sudah rutin menjaga kebersihan gigi dengan menyikatnya dua kali sehari.

Namun, tanpa disadari, kebiasaan yang dianggap benar itu justru sering dilakukan dengan cara yang keliru.

Kesalahan kecil dalam teknik menyikat gigi bisa berdampak besar, mulai dari penumpukan plak hingga masalah gusi.

Ironisnya, masih banyak orang yang belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar.

Mulai dari durasi yang terlalu singkat, tekanan sikat yang terlalu keras, hingga arah gerakan yang tidak tepat menjadi kekeliruan umum yang kerap terjadi.

Padahal, teknik yang salah justru dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan iritasi pada gusi.

drg. Hakeke Madeva, Dentist dari Smart Dental, mengakui hal ini. Dia menegaskan, bahwa memang masalah ini sudah menjadi masalah umum di tengah-tengah masyarakat.

“Kebanyakan orang yang tidak tahu cara menyikat gigi yang baik dan benar itu seperti apa. Bukan cuma untuk menyikat gigi aja, tapi floss juga perlu setiap malam. Bukan untuk di gigi aja, tapi permukaan lidah juga perlu harus disikat,” kata drg. Hakeke di Jakarta Selatan, dikutip Senin (20/4).

Dia pun menyarankan, setelah minum kopi ataupun merokok jangan langsung menggosok gigi, melainkan cukup berkumur dengan air putih.

“Jadi kumur-kumur itu sangat penting. Bukan harus habis makan, gosok gigi itu tidak disarankan. Itu lebih bagus berkumur saja,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, drg. Fadhila Maharani yang juga Dentist dari Smart Dental turut menegaskan pentingnya perawatan gigi.

Bahkan, dia menyarankan agar masyarakat untuk mengecek setiap enam bulan sekali agar kesehatan gigi tetap terjaga.

“Kami selalu sarankan pasien kami untuk kembali on-call setiap 6 bulan sekali. Karena memang untuk deteksi juga, kalau misalkan ada masalah, kita harus bisa cegah sebelum dia semakin besar. Misalkan hanya perlu scaling aja, atau tambal bolong-bolong kecil aja,” jelasnya.

Sejalan dengan kemajuan teknologi di bidang kedokteran gigi, klinik kini mulai mengadopsi berbagai perangkat digital guna menunjang proses diagnosis dan perawatan yang lebih presisi.

Salah satu inovasi yang telah dihadirkan adalah 3Shape TRIOS Intraoral Scanner, sebuah pemindai digital yang memungkinkan proses pencetakan gigi dilakukan tanpa metode konvensional.

Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam perencanaan perawatan.

Ke depan, klinik gigi juga akan dilengkapi dengan fasilitas rontgen digital. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mendukung pemeriksaan yang lebih menyeluruh serta membantu dokter dalam menetapkan diagnosis yang lebih akurat.

 

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top