Skip to content

Soal Bau Mulut: Ada ‘Pertarungan’ Veneer vs Crown Gigi, Arti dan Perbedaan Masing-Masing

JAKARTA, KOMPAS.TV – Veneer dan crown gigi kerap dipilih masyarakat untuk memperbaiki penampilan maupun fungsi gigi. Namun, banyak yang belum memahami perbedaan keduanya, termasuk potensi masalah seperti bau mulut setelah perawatan.

Lantas apa perbedaannya? Berikut penjelasannya menurut Head of Clinic Smart Dental Bintaro, drg. Adi Pranata.

Perbedaan Veneer dan Crown Gigi
Veneer: ‘Topeng’ Estetika untuk Gigi

Veneer adalah lapisan tipis berbahan porselen atau komposit yang menutupi permukaan depan gigi untuk memperbaiki estetika seperti warna, bentuk, dan celah. Umumnya terbuat dari porselen atau resin komposit, dengan area cakupan menutupi bagian depan atau permukaan gigi. Masa pakai biasanya iasanya bertahan 10-15 tahun, tergantung perawatan dan kebiasaan pasien.

Tujuan Utama: Meningkatkan penampilan dan estetika gigi.

Manfaat:

  • Memperbaiki gigi yang berubah warna atau bernoda.
  • Mengatasi gigi yang terlalu kecil, besar, atau tidak berbentuk sempurna.
  • Menutupi celah atau gigi yang sedikit miring.
  • Memperbaiki kerusakan ringan seperti retak kecil atau lekukan.

Secara definisi, veneer adalah lapisan tipis yang ditempelkan di permukaan gigi depan. Veneer terbagi menjadi dua:

  • Direct veneer: menggunakan bahan tambalan langsung pada gigi.
  • Indirect veneer: berbahan porselen atau zirconia, dibuat di laboratorium, lalu ditempelkan ke gigi.

“Kalau direct veneer seperti tambalan, sedangkan indirect veneer sifatnya seperti lapisan porselen atau zirconia. Secara strength atau kekuatan dan secara estetik, indirect jauh lebih baik,” jelas drg. Adi Pranata saat ditemui KompasTV di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (10/9/2025)

Ia menambahkan perumpamaan sederhana:

“Veneer itu seperti orang pakai topeng di depan, sementara crown seperti pakai helm. Satu gigi bisa ditutupi penuh dengan crown.” tegas drg. Adi.

Crown: Solusi Menyeluruh untuk Gigi Rusak

Berbeda dengan veneer yang hanya menutupi bagian depan gigi, crown (mahkota gigi tiruan) menutupi seluruh permukaan gigi. Crown biasanya dipilih untuk gigi yang sudah rapuh, patah, atau berlubang besar.

  • Tujuan Utama: Mengembalikan struktur, kekuatan, dan fungsi gigi yang rusak.
  • Manfaat:
    • Melindungi gigi yang lemah atau berlubang.
    • Memperkuat gigi setelah perawatan saluran akar.
    • Menutup dan melindungi gigi yang patah atau aus.
    • Menggantikan gigi yang hilang dengan bantuan gigi di sekitarnya (jika bersama dengan bridge).
  • Prosedur: Melibatkan pengurangan struktur gigi yang lebih signifikan untuk memberikan ruang bagi crown yang akan menutupi seluruh mahkota gigi.
  • Bahan: Terbuat dari berbagai material seperti logam, porselen, resin, zirkonia, atau kombinasi porcelain fused to metal (PFM).
  • Area Cakupan: Menutupi seluruh bagian mahkota gigi.

Keduanya—baik veneer maupun crown—bertujuan memperbaiki estetika dan fungsi. Namun, hasilnya sangat ditentukan oleh kualitas pengerjaan.

Risiko Bau Mulut Setelah Veneer atau Crown

Salah satu keluhan pasien adalah bau mulut setelah pemasangan veneer atau crown. Menurut drg. Adi, penyebab utamanya bukan pada bahan, melainkan pada kualitas pengerjaan.

“Biasanya kita harus cek seberapa baik veneer tersebut dibuat, seberapa tepat gigi itu difinishing. Hal-hal ini yang menentukan,” ujarnya.

Jika hasil pemasangan tidak presisi, sela gigi bisa menjadi tempat sisa makanan menumpuk dan menimbulkan bau.

Pentingnya Teknik Menyikat Gigi yang Tepat

Selain kualitas perawatan, teknik menyikat gigi juga sangat berpengaruh, drg. Adi mengibaratkannya dengan mencuci mobil:

“Saya cuci mobil seminggu dua kali, tapi cuma bagian luarnya. Kolongnya nggak dibersihkan, interiornya tidak dibersihkan. Jadi kelihatan bersih, padahal tidak. Sama seperti sikat gigi—kalau tidak tepat, tetap saja kotor.”

Ia menegaskan, ukuran sikat gigi—besar atau kecil—bukan faktor utama.

“Kalau kecil lebih menjangkau, besar agak sulit. Tapi kalau cara penggunaannya salah, ya tetap tidak berguna,” kata drg. Adi.

Tips Perawatan Pasca Veneer dan Crown

Untuk mencegah bau mulut pasca veneer atau crown gigi, drg. Adi menyarankan:

  1. Menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan teknik yang benar.
  2. Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela.
  3. Rutin kontrol ke dokter gigi untuk memastikan veneer atau crown terpasang dengan presisi.
  4. Menghindari makanan terlalu keras atau lengket yang berisiko merusak lapisan.

source: https://www.kompas.tv/lifestyle/616789/soal-bau-mulut-ada-pertarungan-veneer-vs-crown-gigi-arti-dan-perbedaan-masing-masing

Back To Top