Veneer dan crown gigi kerap dipilih masyarakat untuk memperbaiki penampilan maupun fungsi gigi.Kesehatan gigi berkontribusi langsung pada kesehatan mental seseorang

Jangan Sepelekan! 3 Dampak Serius Jika Gigi Anak Tidak Dirawat Sejak Dini
Lifestyle – Kesehatan gigi anak kerap kali dianggap hal sepele, terutama karena banyak orang tua beranggapan gigi susu akan digantikan dengan gigi permanen. Padahal, merawat gigi sejak dini bukan hanya soal penampilan, melainkan juga berkaitan erat dengan kesehatan tubuh dan tumbuh kembang anak.
drg. Holly Susanto yang berpraktel di Smart Dental Bintaro mengungkap bahwa 4 dari 10 anak di Indonesia menderita kerusakan gigi. Sebagian besar akibat kebiasaan konsumsi makanan manis, serta enggan menyikat gigi sebelum tidur malam.
Dokter Holly menegaskan anggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat adalah keliru besar. Orang tua perlu memahami bahwa kebersihan mulut dan gigi anak bukan hanya menjaga senyum tetap indah, tetapi juga melindungi kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
“Jadi kadang ada pemikiran bahwa gausah merawat gigi susu karena nanti juga ada gigi penggantinya padahal gigi susu bantu pertumbuhan gigi permanen,” ujar dokter Holly saat ditemui di Bintaro pada Rabu, 9 September 2025. Lebih lanjut, dokter Holly menjelaskan tiga dampak serius akibat lalai merawat kesehatan gigi. Apa saja? Simak informasi di bawah ini ya.
1. Sulit Makan dan Bicara
Gigi berlubang atau gigi yang sakit membuat anak enggan mengunyah makanan akibatnya, asupan nutrisi harian menjadi tidak tercukupi. Tidak hanya itu, gigi yang rusak juga dapat mengganggu kemampuan bicara anak, terutama pada usia emas ketika mereka sedang belajar melafalkan kata-kata. Hambatan ini bisa berdampak pada perkembangan komunikasi dan rasa percaya diri anak di kemudian hari.
2. Rasa Nyeri dan Risiko Infeksi
Sakit gigi pada anak bisa menimbulkan nyeri berkepanjangan. Kondisi ini sering membuat anak rewel, sulit tidur, hingga menolak makanan. Jika dibiarkan, kerusakan gigi dapat memicu infeksi yang menyebar ke gusi dan jaringan sekitarnya. Infeksi ini berpotensi lebih serius jika masuk ke aliran darah, sehingga membahayakan kesehatan secara umum.
3. Menghambat Tumbuh Kembang
Asupan gizi yang tidak optimal akibat anak malas makan karena sakit gigi akan memengaruhi proses tumbuh kembang mereka. Anak berisiko mengalami berat badan kurang, kekurangan energi, hingga gangguan konsentrasi di sekolah. Dengan kata lain, masalah gigi yang tampak sederhana bisa memberikan efek domino pada kesehatan dan prestasi belajar anak.
Peran Orang Tua dalam Pencegahan
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dokter Holly menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membangun kebiasaan sehat sejak dini. Hal sederhana seperti membiasakan anak menyikat gigi dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur guna mencegah sebagian besar masalah gigi.
Selain itu, membatasi konsumsi makanan manis menjadi langkah efektif untuk menjaga kesehatan gigi si kecil. Tak kalah penting, orang tua sebaiknya mengajak anak rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali.
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi kerusakan gigi sejak awal, sehingga perawatan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. Semakin dini masalah teratasi, semakin besar pula peluang anak memiliki gigi sehat hingga dewasa.
Kesehatan gigi anak adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang dan kualitas hidup mereka di masa depan. Gigi susu yang sehat bukan hanya penunjang senyum indah, tetapi juga berperan besar dalam mendukung kemampuan makan, berbicara, serta pertumbuhan gigi permanen yang kuat.
